Bayang-bayang bumi
memalingkan tubuh
memejam lelah
meletakan beban ke tanah
Maka malam pun turun
memaksa kucing putih
mengeong di pojok rumah
memanggil pungguk
yang sanggup mengundang bulan
Karena hari sedang istirahat
di ladang angin mengendap
tidur bersama ibu bumi
dari kasih mereka
ilalang berisik
ditingkah suara jangkrik
di sungai, air
pelan-pelan
melanda pasir
Justru pada tengah malam rahasia diungkapkan.
Kamis, 11 Februari 2010
Perjalanan Ke Langit
Bagi yang merindukan
Tuhan menyediakan
kereta cahaya ke langit
kata sudah membujuk
bumi untuk menanti
Sudah disiapkan
awan putih di bukit
berikan tanda
angin membawamu pergi
dari pusat samudra
Tidak cepat atau lambat
karena menit dan jam
menggeletak di meja
tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
berputar kembali ke-0
Waktu bagai salju
membeku di rumputan
selagi kaulakukan perjalanan
Tuhan menyediakan
kereta cahaya ke langit
kata sudah membujuk
bumi untuk menanti
Sudah disiapkan
awan putih di bukit
berikan tanda
angin membawamu pergi
dari pusat samudra
Tidak cepat atau lambat
karena menit dan jam
menggeletak di meja
tangan gaib mengubah jarum-jarumnya
berputar kembali ke-0
Waktu bagai salju
membeku di rumputan
selagi kaulakukan perjalanan
Jalan Yang Tidak Kutempuh
Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;
Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
dan mungkin malah lebih bagus,
karena jalan itu segar dan mengundang
meskipun tapak yang telah melewatinya
juga telah merunduhkan rerumputannya,
Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.
oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!
meski tahu semua jalan berkaitan,
aku ragu akan pernah kembali.
Aku akan menuturkannya sambil mendesah
suatu saat berabada-abad mendatang;
dua jalan bercabang di hutan, dan aku ----
aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
dan itu mengubah segalanya.
dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar;
Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
dan mungkin malah lebih bagus,
karena jalan itu segar dan mengundang
meskipun tapak yang telah melewatinya
juga telah merunduhkan rerumputannya,
Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.
oh, kusimpan jalan pertama untuk kali lain!
meski tahu semua jalan berkaitan,
aku ragu akan pernah kembali.
Aku akan menuturkannya sambil mendesah
suatu saat berabada-abad mendatang;
dua jalan bercabang di hutan, dan aku ----
aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
dan itu mengubah segalanya.
Rabu, 10 Februari 2010
Di Beranda
Sehelai daun terbaring di beranda
kemudian tidur
menangkap bayang-bayang
Kantuk turun mencium ubun
tapi mampukah sampai kepada mimpi
yang menyimpan bau busuk
hidup manusiawi?
Barangkali
mimpi hanya seekor burung
terbang ke surga
yang diusik pengalaman dunia
kemudian tidur
menangkap bayang-bayang
Kantuk turun mencium ubun
tapi mampukah sampai kepada mimpi
yang menyimpan bau busuk
hidup manusiawi?
Barangkali
mimpi hanya seekor burung
terbang ke surga
yang diusik pengalaman dunia
Khotbah
Tuhan membikin seratus cinta
semu ditahan pada dirinya
hanya satu ia turunkan
ke bumi
Dengan itu laki-perempuan bercium-ciuman
pohon-pohon berbisik-bisikan
seekor anjing dengan rela menarik kelangkang
agar orok tidak terinjak
ibu kuda mengangkat kaki belakang
Saudara-saudara
Tuhan membikin seratus cinta
semu ditahan pada dirinya
hanya satu ia turunkan
ke bumi
Dengan itu laki-perempuan bercium-ciuman
pohon-pohon berbisik-bisikan
seekor anjing dengan rela menarik kelangkang
agar orok tidak terinjak
ibu kuda mengangkat kaki belakang
Saudara-saudara
Tuhan membikin seratus cinta
Langganan:
Postingan (Atom)